Sunat? Pentingkah?

Sebagai salah satu ajaran yang telah diterapkan dalam Islam, baik bagi laki-laki maupun perempuan, khitan memiliki fungsi dan manfaat yang sangat penting bagi kepentingan syiar Islam.

Sebab, khitan bertujuan untuk kesehatan jasmani dan rohani. Selain itu, khitan juga dianggap sebagai salah satu media penyucian diri dan bukti ketundukan seseorang kepada ajaran agamanya.

Rasulullah SAW bersabda, “Kesucian (fitrah) itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memendekkan kumis, dan memotong kuku.” (HR Bukhari Muslim).

Melalui khitan, seorang anak sejak dini diajarkan mengenai pentingnya kesehatan dan kebersihan badan, terutama alat kelaminnya.

Bagi laki-laki, khitan berfungsi untuk mempermudah dan mempercepat proses pembersihan fisik sebagai salah satu syarat sahnya ibadah, khususnya yang berkaitan dengan kotoran air kencing.

Dari sudut pandang medis, seperti yang diungkapkan para ahli kedokteran, khitan mempunyai faedah bagi kesehatan karena membuang anggota tubuh yang menjadi tempat persembunyian kotoran, virus, bakteri, dan bau yang tidak sedap. Air kencing mengandung semua unsur tersebut.

Ketika air seni keluar melewati kulit yang menutupi alat kelamin, endapan kotoran yang biasa disebut smegma ini sebagian tertahan oleh kulit tersebut. Semakin lama, endapan tersebut akan semakin banyak.

Bisa dibayangkan berapa lama seseorang membuang air kencingnya dalam sehari dan berapa banyak endapan yang disimpan oleh kulit penutup kelamin dalam setahun.

Karena itu, bila tidak dibersihkan, endapan kotoran yang tertahan itu dapat menyebabkan infeksi pada penis serta kanker leher rahim pada pasanganya.

Terlepas dari Hukum Khitan bagi ummat Muslim diatas, Sunat akan membuat pria lebih mudah dalam merawat kebersihan penis. Mencuci bawah kulup(frenulum) penis yang tidak disunat umumnya susah, karena sisa-sisa kotoran atau air seni akan mengumpul sebagai smegma dibawah frenulum. Dengan demikian tentu akan jauh dari penyakit infeksi.

Pria yang disunat memiliki risiko lebih rendah dari infeksi peyakit menular seksual tertentu, termasuk HIV . Namun, praktek berhubungan seksual yang aman tetap penting untuk menghindari penyakit .

Mencegah masalah penis – Kadang-kadang, kulup pada penis yang tidak disunat bisa sulit, atau tidak mungkin ditarik kembali ( phimosis ) . Hal ini dapat menyebabkan peradangan pada kulup atau kepala penis .

FB_IMG_1504842844046

Penurunan risiko kanker penis . Kanker penis ini jarang terjadi, atau kurang umum pada pria yang disunat. Selain itu, kanker serviks juga kurang umum pada wanita pasangan laki-laki yang disunat .

Sunat juga tidak akan mempengaruhi kesuburan, sunat juga tidak meningkatkan atau mengurangi kenikmatan bercinta bagi laki-laki atau pasangan mereka. Jadi tak ada yang perlu dikhawatirkan dengan khitan. Namun khitan sebaiknya dilakukan oleh profesional, dan tetap dalam pengawasan selama masa penyembuhan.

Untuk info seputar khitan bisa hubungi:
Rumah Sunat SMM
Email : saptamargamedika@gmail.com
CS :085267910300IMG_20170617_201950_231

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s