Persiapan Pra Khitan

Seringkali orangtua kebingungan saat akan melaksanakan khitan pada anak laki-lakinya. Mulai menentukan kapan saat yang tepat, metode khitan yang dipakai, tempat untuk melakukan khitan dilaksanakan, mengikuti program sunatan massal yang diselenggarakan atau sunat di rumah atau mengunjungi klinik atau rumah sakit.

Sebelum anak laki-laki Anda dikhitan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1. Komunikasikan dengan baik dengan anak
Berikan penjelasan pada anak tentang alasan mengapa ia harus melakukan khitan, Pastikan bahwa anak Anda benar-benar mau dikhitan, sebaiknya jangan dipaksa atau karena kemauan orangtua.. Idealnya setelah tahun kedua memasuki sekolah (usia 8-9 tahun) anak bisa diberi pengertian. Jika perlu perlihatkan video tatacara khitan yang bisa dilihat di internet.

2. Cari informasi ke Klinik atau Rumah Sakit, konsultasi & periksakan anak dengan dokter
Periksakan terlebih dahulu ke dokter yang akan melakukan khitan, tanyakan hal-hal yang mempersulit khitan. Tanyakan mengenai teknik khitan yang akan dipilih, serta apa keuntungan dan kerugiannya. Tanyakan secara detail tentang khitan yang akan dilakukan dan patuhi anjuran-anjuran dokter.

Hal ini juga merupakan orientasi dan kesiapan mental bagi anak. Bisa berkenalan dengan dokter dan petugas-petugas yang di sana, buat perasaannya nyaman.

_76603513_76603512

Persiapan saat pelaksanaan khitan :
Sebelum khitan dilaksanakan, lakukan buang air kecil terlebih dahulu, makan & minum yang cukup agar nyaman dalam pelaksanaan khitan.
Bawalah mainan atau gadget kesukaan anak, misal HP, tab, psp dll. Sehingga saat pelaksanaan ataupun menunggu anak bisa bermain sehingga lebih tenang.
Dampingi anak Anda, jika perlu peluk dia selama tindakan khitan dilakukan. Disamping secara mental anak lebih tenang & nyaman, juga untuk membantu dokter agar anak tidak menggerakkan tangan ke arah kelaminnya atau alat-alat yang steril.
Jangan lupa berdoa agar lancar, tindakan yang dilakukan berhasil tanpa halangan/penyulit bagi dokter.
Percayakan & yakinlah pada dokter Anda terhadap tindakan khitan yang dilakukan. Konsultasikan dan ikuti anjuran dokter pasca pelaksanaan khitan.
Walaupun anak bilang sudah siap, seringkali begitu masuk ke ruang tindakan atau naik ke tempat tidur, anak ketakutan.Seringkali anak meronta-ronta berusaha menggagalkan khitanan itu dengan tindakan fisik.

Janganlah menyalahkan anak, baik perkataan maupun hukuman fisik.Orangtua seringkali tersulut emosinya, sehingga anak justru lebih memberontak.Akibatnya khitanan berlangsung lebih lama dan semakin sulit. Hal ini tidak akan terjadi jika sejak jauh-jauh hari orangtua orangtua melakukan komunikasi & pendekatan yang tepat pada anak. Berikan motivasi agar anak punya tekad & keberanian untuk dikhitan.

Ajarkan pada anak untuk mengalihkan rasa takut selama khitanan berlangsung dengan cara seperti ; berdoa, mengaji, bercerita tentang hal-hal yang menyenangkan pada orangtua yang mendampingi ataupun bermain game. Cara-cara tersebut seringkali ampuh untuk menenangkan anak.Kalaupun anak menangis biarkan saja, sepanjang tidak meronta.Dampingi dan besarkan hati anak, jagalah biar anak tidak gelisah

 

Persiapan mental anak sebelum dikhitan

Ada banyak dan bermacam-macam reaksi anak ketika sudah datang waktunya untuk khitan atau sunat. Ada yang masih merasa takut, namun tidak jarang pula yang berani untuk di khitan atau di sunat. Apabila anak anda berani bahkan meminta untuk segera di sunat, sebagai orangtua anda pasti tidak perlu merasa khawatir atau pusing untuk membujuk anak anda.

IMG-20170611-WA0031Tindakan sunat bagi sebagian besar anak masih menjadi momok yang sangat menakutkan karena rasa sakit ketika dilakukan pembiusan sebelum tindakan khitan. Padahal dengan adanya teknologi dan ilmu dibidang medis yang semakin maju pada saat ini tentunya rasa sakit itu tidak perlu menjadi alasan untuk ditakuti. Untuk mencapai keberhasilan dalam proses sunat, kondisi psikologis dan kesiapan yang menyangkut mental anak sangat berpengaruh. Wajar saja, dokter biasanya akan lebih mudah melakukan tindakan sunat apabila kondisi psikologis anak baik dan tidak stres. Terutama sang anak sudah siap dan mengerti tentang proses tindakan sunat itu sendiri.

Lantas bagaimana untuk mempersiapkan mental anak agar berani untuk di sunat? Disinilah peranan orangtua sangat diperlukan. Orangtua seharusnya dapat menjelaskan terlebih dahulu mengenai segala sesuatu tentang sunat. Mulai dari mengapa harus di sunat, bahayanya adalah jika tidak di sunat, sampai apa saja yang harus dilakukan anak sebelum dan sesudah sunat nanti. Dengan mendapat penjelasan dari orangtua tersebut, tentu anak tidak menyimpan rasa ketakutan-ketakutannya, namun bisa menghilangkan ketakutan itu dengan bermain sehingga sang anak menjadi lebih rileks.

Berikut ini ada beberapa cara untuk mempersiapkan mental anak sebelum sunat yang dapat dilakukan sehingga sang anak menjadi lebih rileks:
1. Beri keyakinan kepada anak, bahwa ia adalah anak pemberani dan pasti berani di sunat.
2. Beri kesempatan kepada anak untuk bertanya apa saja tentang sunatan, sehingga dia merasa lebih siap untuk menjalani prosesi tersebut.
3. Beri contoh saudara/teman seusia anak Anda yang berani di sunat dan cepat sembuh, sehingga anak menjadi termotivasi.
4. Beri pengertian, bahwa dokter atau klinik sunat bukan orang yang patut ditakuti, tapi tenaga medis yang justru akan membantu anak dan mengusahakan supaya sunat tidak sakit dan cepat sembuh.
5. Jangan paksa anak untuk di sunat jika memang dia belum siap, karena justru akan membuatnya stres dan trauma sehingga dapat mengganggu mentalnya.
6. Jika anak benar-benar berani untuk di sunat, beri kesempatan kepadanya untuk mengusulkan waktunya. Ini salah satu cara untuk benar-benar mengetahui kapan anak benar-benar siap dan mengajarinya bertanggung jawab dengan ucapan dan keinginannya.
Nah, jika mental anak Anda sudah siap untuk di sunat dan sudah banyak bertanya ini itu tentang sunat, tentu di ruangan dokter nanti dia tidak akan kaget dan stres, Anda pun tidak akan khawatir bukan?

Semoga bermanfaat